
Lembaga Irama Nasional Indonesia
Sebuah Mimpi Dan Upaya Dalam Menjaga Identitas Bangsa Melalui Irama.
LINI atau Lembaga Irama Nasional Indonesia merupakan sebuah kelembagaan yang bergerak di bidang pengarsipan, pendokumentasian, pengembangan, serta penciptaan irama yang ada di seluruh daerah di Indonesia. Lembaga ini dibentuk sebagai bentuk kesiapan dari gelombang perkembangan teknologi yang masif yang menyentuh hingga kepada ranah tradisi dan budaya, terutama di bidang musik dan tari. Banyak upaya yang telah dilakukan agar irama tradisi Nusantara dapat dikenal dan dilestarikan oleh dunia termasuk di dalamnya sebuah perencanaan dalam klasifikasi, konservasi, dan kodifikasi irama Nusantara. Sehingga di masa yang akan datang, semua irama yang ada di Nusantara akan terjaga dengan baik dan lestari dan dikenal di seluruh dunia.

Berdiri pada tanggal 1 Agustus 2024, Lembaga Irama Nasional Indonesia mengemban tugas mulia dalam menjaga warisan budaya tak benda Nusantara berupa irama musik dan tari yang merupakan suatu kerangka bangunan dalam salah satu model seni pertunjukan yang sampai saat ini sangat populer di kalangan masyarakat. Berdasarkan pada fakta bahwa pencatatan dan identitas karya musik bangsa yang hingga saat ini masih sangat lemah dan belum memiliki kepastian identitas mengenai kodifikasi, bentuk irama, jenis, dan sejarah lengkapnya, maka dari itu LINI bertugas untuk melakukan pengkodifikasian atas identitas irama Nusantara yang masih dalam ranah abu-abu sehingga menjadi jelas status keberadaannya. Hal ini juga sangat memungkinkan bagi daerah asal irama tersebut untuk melakukan pelestarian dan pengembangan irama yang ada di daerahnya masing-masing.
Logo Dan Filosofi LINI

LINI memiliki logo berbentuk kotak dengan potongan labirin di bagian dalam, serta penanda panah merah yang membentuk tulisan LINI berupa anak panah panjang yang menunjukkan jalan keluar dari labirin, dengan tulisan Lembaga Irama Nasional Indonesia yang menyertai anak panah tersebut. Secara filosofis, logo LINI memiliki arti :
- Logo LINI memiliki bentuk sebuah labirin yang merupakan simbol kuno dari keutuhan dan keterkaitan terhadap segala sisi kehidupan serta ragam pola/corak disetiap sisi yang berlainan satu sama lain menunjukan nilai-nilai yang khas dan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya. Labirin juga berarti sebuah proses untuk menemukan hasil dengan percepatan yang diperlukan.
- Labirin yang berbentuk kotak atau persegi melambangkan sebuah stabilitas, keadilan, ketegasan, dan kehandalan. Sehingga diartikan bahwa LINI sebagai Lembaga Irama Nasional Indonesia merupakan sebuah lembaga yang profesional dan terpercaya sebagai sebuah lembaga irama di Nusantara.
- Anak panah yang melesat ke dalam labirin dan membentuk tulisan LINI memiliki arti sebagai penunjuk arah dari sebuah proses yang belum dilakukan menjadi suatu hasil karya yang dihasilkan oleh LINI, yang menegaskan bahwa LINI merupakan solusi atas persoalan dokumentasi dan kodifikasi irama musik yang ada di Indonesia.
- Warna merah pada pola panah yang melesat dan membentuk tulisan LINI memiliki arti semangat dan keberanian LINI dalam melakukan perubahan dan konservasi atas warisan Nusantara berupa irama yang ada di Indonesia. LINI juga diharapkan dapat menjadi harapan atas masa depan keberlangsungan budaya irama Nusantara.
- Tulisan “Lembaga Irama Nasional Indonesia” menggunakan jenis font Anoxic SC dengan 3 model ukuran yang berbeda bergaya futuristik memiliki arti keabadian dan berorientasi pada masa depan.